Alhamdulillah..
ahad lalu sohib lama ana menikah, bahagianya... walau sudah lama gak pernah ketemu(padahal rumahnya satu gang ama ane) karena dia sibuk kerja.,sebelum hari-H ana sempat kunjung kerumahnya. Dia ini teman yang bisa dibilang paling sukses diantara teman2, yang dulu ngegank berlima. Sukses dalam hal pendidikan, pekerjaan, dll dah pokoknya, sepertinya dia sekarang ini tidak kurang suatu apapun, entahlah... dah lama kita tidak main bareng lagi. Memang dari dulu dia yang paling rajin, paling ulet, paling gampang bergaul, dan dari keluarga yang berkecukupan lagi. Di mata kita, lengkaplah kenikmatan yang Allah berikan padanya.
Waktu ana ber3 kerumahnya untuk bertemu dia terakhir kalinya (loh..!! maksudnya pertemuan terakhir masa lajangnya dia..) agak kaku sih.. karena dah lama gak pernah ngobrol, cerita-cerita lah dia tentang persiapan2 menjelang hari pernikahannya. Mulai dari calonnya, berapa undangan yang disebar, sampai tukang rias dibahas ama dia, Tibalah waktu cerita tentang acara akad nikah, yang ana sangat menyayangkannya... kata dia, acara akadnya akan dilanjutkan dengan upacara adat jawa, dengan maksud agar bahtera rumah tangganya nanti selalu adem ayem, sejahtera dan damai.. Ba'da akad nikah jadilah itu telor ayam diinjek, beras ditebaar dan uang receh disebar...
Ya Allah... sesaknya hati ane mendengar itu semua... tapi apalah yang bisa ane lakukan selain mengomentari, menasehati dengan cara yang sangaaaat halus, kalo gak mau dibilang gak tepat sasaran. Daripada Diam.. Cuam isa narik napas! setelah beberapa detik lupa bernapas, saking nelongsonya.
Ya Allah... Maafkan hamba dan teman hamba...
Akhirnya ana tidak datang ke akad nikahnya.. 2 teman ana juga tidak. Kalau ane memang ada acara, jadi ada alasannya. Selain memang ingin menghindar dari acara adatnya. Akhirnya kita bertiga datang ke Resepsinya saja, Ba'da maghrib... Dia mengenakan pakaian adat jawa lengkap dengan kondenya. Fiuuh...
Dia menyesalkan kami tidak hadir di akad nikahnya. Pertama datang, suasana lumayan sepi, mungkin karena ba'da magrib.. lumayan lama kita duduk sambil menikmai hidangan, Beberapa menit kemudian terdengarlah suara kloneng, neng nang neng gung... ternyata....
ada hiburan campur sari! Tertawalah kita ber3 karena mendengar sang penyanyi which is sudah bapak2 ditimpali dengan seorang wanita yang dengan bahasa yang kurang kami fahami, sahut-sahutan diselingi musik kloneng-kloneng tadi. Yaah... ada sedikit lega, karena penyanyinya sudah tua, bapak2 lagi. daripada dangdut, walau musik campur sari inipun kami gak mendengarkannya, tapi terpaksa harus masuk kuping kami. Setelah berapa lama kami pamit pulang, Terpaksa harus melewati panggung campur sari tersebut.. Ya Robb...
ternyata yang kami lihat penyanyinya adalah 2 orang perempuan dengan pakaian yang sangat minim skali... Allaah...
Si Mbak penyanyi urung nyanyi ketika kami lewat... malah narik2 rok mininya.. malu kali, ada jilbaber lewat. Astaghfirullohhh.. yang nonton banyak banget... bukan orang yang kondangan aja, anak kecil, ibu2 bapak2, suami istri... nonton bareng! God....
Akhirnya kami berlalu dengan suasana hati yang tidak senang..
Belum terobati hati kami akibat peristiwa yang banyak tadi... Eh ada lagi berita...
Kata my mother tadi siang Temanku yang nikah itu pakai pakaian adat yang namanya Dodot! Kalau belum tau dodot, dodot adalah pakaian adat keraton jogja, yang perempuan pakai kain kemben se-dada, yang laki-laki gak pakai atasan. jadi telanjang dada gitu! belum pernah ada yang pake itu didaerah ane, karena terlalu terbuka lah...
Woaaaaa... Kacau Dunia! Tolong kami ya Allah..
Ya Allah... masih belum bisa meninggalkan itu semua ya.., bahkan mempercayai bahwa ritual itu benar akan bermanfaat. Padahal kan intelektual dan profesional.. Bagaimana ini? Kepribadian ganda kah? apa ini namanya? Pusyiiiing.. Dan kami pun pulang dan duduk lemas dirumah...
Sedih, iyaa.. Kesal, iya...
Bersyukur ya Allah... kami sudah melek sedikit2 tentang masalah ini,walau belum bisa membawa banyak pengaruh ke orang lain.
Bimbing kami untuk lebih baik lagi memahami apa yang kami yakini ini ya Allah.. Untuk selalu mengesakanMu, dan menggantungkan urusan hanya kepadaMu.. Iyyaka na'budu Waiyyaka nasta'in... Semoga tetap teguh dan istiqomah dalam aqidah ini, sampai maut menjemput.